Pages

The Prewed Photo Part II

Hulaaa, jangan bosen2 yaa liat kenarsisan kita, xixixixi.
Dan maafkan kami, baru sempat upload foto2 ini, ya biasa laah kita, pasangan termalas sedunia..
Sampe foto prewed, liputan wedding jg blm, hahahaha...
Okey, here's the Prewed Photo Part II.
Location: still on Gedung Arsip Nasional.
Enjoy it!






















02 Juli 2010 - Siraman & Dodol Dawet

Okaay, kita lanjut ke ritual selanjutnya yaa, setelah pengajian dan pemasangan blaketepe, ritual selanjutnya adalah Siraman dan Dodol Dawet. Let's review it ^^

Siraman

Naah karena acara pengajian yang ngaret ituuu, kita dah ketar ketir dunk untuk urusan pengantaran air siram k pihak CPP (Dewo), bayangin ajaa dari kemayoran ke Cirendeu klo ga macet aja bisa sampe 45 menit lamanya, dan ini dah menggunakan tol, bayangin klo di tambah macet, bisa2 2 jam.

Dan ternyata sodara-sodaraaa...hal ini bener2 terjadi, tepat setelah pengajian selesai, jam 3an, rombongan pengantar air berangkat, delalaah pas di tol menuju ke Cirendeu, hujan deras pun turun...

Trs denger cerita dari para rombongan ini, klo kondisi di jalan tol bener2 macet total, berhenti dan ga jalan sama sekali...Huaaaa dah panik MODE ON dunk, padahal estimasi kita 45 menit- 1jam sampe. padahal acara siraman di rmh gw dah mau mulai, tadinya kita mau barengin siramannya (katanya bagusnya siy gitu, tapi ga mesti).

Tapi menurut perias pengantin gw yang sekaligus menjadi dukun siraman di kala itu :D, katanya gpp klo pihak Calon Pengantin Wanita menggelar acara siraman duluan.

So, akhirnya jam 3an, setelah rombongan pengantar air pergi, gw pun keluar dari kamar pengantin dengan lengkap berjubah pengantin, sudah di make up dan di sanggul.

Awalnya gw bingung aja, kenapa dah di sanggul skrg, toh nanti mau basah2an. Tapi ternyata menurut perias gw, katanya lebih mudah di sanggul, supaya lebih rapi dan nantinya gampang di sanggul ulang utk ritual selanjutnya (Dodol dawet dan Tumpeng robyong), jadi ya sudah gw nurut aja.


Persiapan Make Up sebelum siraman



Persiapan menjelang Siraman

Keluar dari kamar, gw pun langsung di tuntun dan diarahkan sama perias gw untuk matur (terimakasih) dan sungkeman sama mama papa, lalu duduk dan membaca semacam ucapan terimakasih sama mama dan papa atas semua jerih payahnya selama ini, udah membesarkan gw dari kecil hingga besar. Disini sediiih dan terharuu bangeeet, karena sebentar lg gw akan melangkah ke kehidupan baru, dan orang tua harus merelakan anaknya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Gw membaca teks itu sambil nangis terharu biru dan terisak2, mama papa jg sama, apalagi di tambah lantunan lagu jawa yang mendayu2 dari Pak Toto, MC adat yang mengiringi ritual siraman di saat itu, huaaa tambah deh sedihnyaa.




Setelah selesai sungkeman dan matur tadi, akhirnya gw diantar sama mama papa k tempat siraman. Oya, me likey so much lho sama tempat siramannya, coba tengok di bawah ini. So full of flowerrr...


Gubuk Siraman

Setelah sampai di tempat siraman, mama dan papa bersiap untuk menyiramkan gw. Oya untuk ritual siraman ini, dibutuhkan sekitar 9 orang, jadi 2 orang itu orang tua sendiri, dan 7 orang lainnya, saudara-saudara yang sudah pernah menikahkan dan harus perempuan, karena yang disiramkan adalah perempuan juga, nah klo di tempat dewo kebalikannya, 7 orang yang dibutuhkan selain orang tua, harus laki-laki, tapi juga harus yang sudah pernah menikahkan.

Oya ternyata di balik angka ganjil dan jumlah 9 orang itu ada makna terkandung di dalamnya lho. Jumlah sembilan tersebut menurut budaya Keraton Surakarta untuk mengenang keluhuran Wali Sanga, yang bermakna manunggalnya Jawa dengan Islam. Selain itu angka sembilan juga bermakna ’babahan hawa sanga’ yang harus dikendalikan.


Saat disiramkan orang tua


Saat disiramkan bude-bude

Setelah disiramkan, lalu rambut gw pun di potong sedikit (cuma ujungnya aja siy) untuk di tanam di tanah, klo yang ini gw agak lupa maknanya untuk apa :D. Terus setelah rambut dipotong, gw disiram dengan air kendi dan disuruh menjalani ritual wudhu seperti sebelum salat. Dan lalu setelah kelar wudhu, lalu kendi di pecahkan. Lalu setelah itu, gw di gendong sama papa untuk di bawa k ruang rias (kamar pengantin) untuk di dandani kembali.


Ritual potong rambut dan gendongan

Sambil menunggu gw di make up dan berganti kebaya, mama dan papa jualan melanjutkan ritual lainnya, yaitu jualan dawet (dodol dawet). Dengan menggunakan uang kreweng (dari tanah liat), ibu-ibu harus rela mengantri untuk mendapatkan dodol dawet, konon katanya siy biar anaknya cepat menikah juga :D

Dibawah ini makna dari jualan dodol dawet:
Jual Dawet diambil makna dari cendol yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan ’kreweng’ (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi.

Yang melayani pembeli adalh ibu sedangkan yang menerima pembayaran adalah bapak. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu.

Here's a pic ketika mama dan papa beralih profesi jadi penjual Dawet :D



That's all about siraman dan dodol dawet, review selanjutnya "Tumpeng Robyong & Malam Midodareni"
Stay tunee :)

02 Juli 2010 - Pengajian, Pemasangan Blaketepe, Siraman

Maafkeun kami, saking keenakan jalanin kehidupan married, jadi lupa kasih review nikahan kita dan persiapan2 serta detik2 menjelang pernikahan :D

Okaay, lets start from ritual before married...

Tanggal 02 Juli 2010, hari jumat siang dimulailah ritual menjelang nikah, mi and Dewo sama2 mengadakan acara ini di rumah masing-masing, except the Midodareni Nite ya.

Pas midodareni nite, Dewo dan Keluarga besarnya datang berkunjung k rmh gw dengan membawa semua seserahan. Tapi gw dan Dewo ga boleh ketemu :(, hiks...sedih deeh, padahal kita sempet BBM-an dan telp segala, tapi rasanya aneh banget ga ketemu, padahal Dewo lagi di rmh, dan gw nya di umpetin di kamar pengantin. :D

Okay, let's review one by one....

Pengajian

Pengajian ini seharusnya mulai tepat setelah salat jumat kelar. But you know laah, namanya juga orang indo, telat kayanya dah makanan sehari2, weww...padahal kita dah sounding ke ibu2 pengajian dari jauh2 hari klo acaranya di mulai persis jam 1 siang, ga jauh dari kelarnya salat jumat.

Ternyata eh ternyataa...acaranya ngaret boo, dan ibu2 pengajian baru datang tepat jam 2an, which is ngaret sejam :(

Padahal jam 2an itu kita dah mesti kelar pengajian, supaya air siraman yang udah didoakan bisa langsung diantar ke calon mempelai pria, k rmh dewo di Bali View, Cirendeu, karena acara siraman Dewo diadakan disana.

Acara pengajian, alhamdulillah berjalan lancaar, ibu2 pengajian yang dtg rame banget, too bad gw ga bisa ikutin sampe akhir pengajian, karena gw dah disuruh standby utk di make up dan di pasangin kaen dodotan plus jubah melati. Dan sayangnya lagi, photographer ga sempet ambil foto di awal2 pengajian, huaa sedih deeh, tapi ya sudah lah, yang penting acara tetap berjalan lancar walaupun ngaret sejam.

Oya, ini beberapa foto pengajian yang sempat diambil photographer tapi belum sempat di edit, masih lama bgt hasil editan photographernya nih :(, baru jadi sekitar bulan September awal.


Khusyuknya suasana pengajian


Bersama ibu2 pengajian


Prosesi pengantaran air ke CPP


Pemasangan Blaketepe dan Tuwuhan


Ritual ini adalah ritual yang dilakukan sebelum siraman dan biasanya dilakukan setelah pengajian dan pengantaran air ke keluarga CPP. Pelakonnya adalah mama papa dari mempelai wanita. Anyway, yang mau tau makna dari upacara pemasangan blaketepe bisa di tengok di bawah ini.

Makna Upacara Pasang Blaketepe dan tuwuhan :
Merupakan tradisi membuat ’blaketepe’ atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil ’wewarah’ atau ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapay memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu.


Blaketepe dan Tuwuhan


Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang uang pertama membuatnya. Tatacara memasang tarub adalah bapak naik tangga sedangkan ibu memgangi tangga sambil membantu memberikan ’blaketepe’ (anyaman daun kepala). Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga.

Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak uang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga .

Tuwuhan terdiri dari :

A. Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak
Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

B. Tebu wulung
Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu beryindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan
C. Cengkir Gadhing
Merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan

D. Daun randu dan pari sewuli
Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.
E. Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan)
Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan.

Acara pemasangan beleketepe di kala itu juga berjalan dengan lancar, semua terpasang rapi pada tempatnya tanpa kekurangan satu apapun. Anyway, here's some pic pada saat pemasangan blaketepe dan tuwuhan.


Pemasangan Blaketepe


Pemasangan Tuwuhan

Review selanjutnya "Siraman, Dodol Dawet, Tumpeng Robyong dan Midodareni" akan gw bahas secara terpisah, just wait yaww ;)

Our Prewed Photo ^^

Presenting our prewed photo..

Picture taken by FISH PHOTO
Location: Gedung Arsip Nasional





















** Just Married **

Yiaaay......

blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com

We finally get MARRIED....

We are so HAPPY....


Ternyata gini tooh rasanya married, semuanya campur aduk, dari mulai deg2an, excited, senaaang, semua jadi satuuu....

Anyhoo, this picture taken after the party...Review dan liputan honeymoonnya menyusul yaa...Akhir2 ini kita lagi sibuk niy, biasaa pengantin baruu, sibuknya di ranjang, wakakakkaka




With Love..
- Mrs and Mr.Dewa-

Stress to the Max T__T

Huhuhuhu...akhirnya gw mengalami jg yang namanya stress to the max sampe sakit segala karena ngurus wedding.

Dan musibah datang beruntun, dari mulai eyang mpu meninggal, dan eyang meninggal disaat Rapat Panitia pertama di gelar di rmh, akhirnya gw dan Dewo ga bisa ikut rapat, tapi rapat tetap jalan, sementara ini rapat untuk keluarga gw dulu, baru rapat selanjutnya di tempat Dewo dan mengundang semua keluarga Dewo yang terlibat di kepanitiaan.

Tadi nya pengennya di rapat pertama ini dah undangan keluarga Dewo jg, tapi karena eyang mpu meninggal, jadi sementara di jalanin dulu, toh nanti ada rapat kedua dan ketiga (technical meeting di Gedung Arsip).

Dan satu lagi, skrg gw di assign untuk kerjain lebih dari dua bank, alias 3 bank sajah sodara2, dan ini jadi menguras tenaga gw, dan menambah stress ajaa, huhuhuhu...1 Bank aja keteteran, gmn 3 bank cobaa, huhuhu...Yak beginilah nasib kerja di vendor IT yang bergerak di bidang IT Banking Consultant...fiyuuh...

Dan alhasil skrg gw jatuh sakit, bukan sakit yg gmn2 sih, tapi sakit mata, huaaa.....
blogger-emoticon.blogspot.com
Bener2 deh ga enak bangeet, sakitnya bukan cuma sebentar, dah dari Kamis minggu lalu gw rasain begini, hari sabtu dah mendingan, eh hari Minggu malah kambuh lagi dan makin parah, bengkak dan merah. Sakit mata ini jg dpatnya bukan dari mana2, tapi dari keluarganya Dewo pas kmrn hadirin pemakaman eyang mpu, waduuh alhasil keluarganya Dewo dari mulai Mamie, Mas Gery dan Dewo jg ikutan kena, eh skrg nular ke gw, bagoesss bgt deh :(


Jadinya sejak dari Senin sampe skrg, gw ngendon di rmh, daripada nanti nularin satu kantor dan dihujat mass
a gara2 penyakit gw inih..
blogger-emoticon.blogspot.com


Jadi ya sudah cuti sakit selama 3 hari, supaya bener2 pulih jg, jadi Kamis dah mulai masuk lagi deh, duuh padahal Jumat nya libur, tanggung bgt yah tinggal sehari doank, apa bolos aja ya sekalian fufufufu...
blogger-emoticon.blogspot.com

Gara2 sakit, jadi ga bisa kerjain mcm2 deh, tadinya mau urus prewed, mampir ke gedung arsip buat finalize soal AC dan perlengkapan lainnya, pengen ke vendor Dekorasi, vendor Catering, pengen treatment, jadi ga bisa deeh, huks2...Ayoo matakuu, kamu cepat sembuh doonk, biar semua wedding thingy terselesaikan dengan baik.. *mari berdoa*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...