Pages

02 Juli 2010 - Pengajian, Pemasangan Blaketepe, Siraman

Maafkeun kami, saking keenakan jalanin kehidupan married, jadi lupa kasih review nikahan kita dan persiapan2 serta detik2 menjelang pernikahan :D

Okaay, lets start from ritual before married...

Tanggal 02 Juli 2010, hari jumat siang dimulailah ritual menjelang nikah, mi and Dewo sama2 mengadakan acara ini di rumah masing-masing, except the Midodareni Nite ya.

Pas midodareni nite, Dewo dan Keluarga besarnya datang berkunjung k rmh gw dengan membawa semua seserahan. Tapi gw dan Dewo ga boleh ketemu :(, hiks...sedih deeh, padahal kita sempet BBM-an dan telp segala, tapi rasanya aneh banget ga ketemu, padahal Dewo lagi di rmh, dan gw nya di umpetin di kamar pengantin. :D

Okay, let's review one by one....

Pengajian

Pengajian ini seharusnya mulai tepat setelah salat jumat kelar. But you know laah, namanya juga orang indo, telat kayanya dah makanan sehari2, weww...padahal kita dah sounding ke ibu2 pengajian dari jauh2 hari klo acaranya di mulai persis jam 1 siang, ga jauh dari kelarnya salat jumat.

Ternyata eh ternyataa...acaranya ngaret boo, dan ibu2 pengajian baru datang tepat jam 2an, which is ngaret sejam :(

Padahal jam 2an itu kita dah mesti kelar pengajian, supaya air siraman yang udah didoakan bisa langsung diantar ke calon mempelai pria, k rmh dewo di Bali View, Cirendeu, karena acara siraman Dewo diadakan disana.

Acara pengajian, alhamdulillah berjalan lancaar, ibu2 pengajian yang dtg rame banget, too bad gw ga bisa ikutin sampe akhir pengajian, karena gw dah disuruh standby utk di make up dan di pasangin kaen dodotan plus jubah melati. Dan sayangnya lagi, photographer ga sempet ambil foto di awal2 pengajian, huaa sedih deeh, tapi ya sudah lah, yang penting acara tetap berjalan lancar walaupun ngaret sejam.

Oya, ini beberapa foto pengajian yang sempat diambil photographer tapi belum sempat di edit, masih lama bgt hasil editan photographernya nih :(, baru jadi sekitar bulan September awal.


Khusyuknya suasana pengajian


Bersama ibu2 pengajian


Prosesi pengantaran air ke CPP


Pemasangan Blaketepe dan Tuwuhan


Ritual ini adalah ritual yang dilakukan sebelum siraman dan biasanya dilakukan setelah pengajian dan pengantaran air ke keluarga CPP. Pelakonnya adalah mama papa dari mempelai wanita. Anyway, yang mau tau makna dari upacara pemasangan blaketepe bisa di tengok di bawah ini.

Makna Upacara Pasang Blaketepe dan tuwuhan :
Merupakan tradisi membuat ’blaketepe’ atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil ’wewarah’ atau ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapay memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu.


Blaketepe dan Tuwuhan


Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang uang pertama membuatnya. Tatacara memasang tarub adalah bapak naik tangga sedangkan ibu memgangi tangga sambil membantu memberikan ’blaketepe’ (anyaman daun kepala). Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga.

Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak uang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga .

Tuwuhan terdiri dari :

A. Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak
Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

B. Tebu wulung
Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu beryindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan
C. Cengkir Gadhing
Merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan

D. Daun randu dan pari sewuli
Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.
E. Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan)
Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan.

Acara pemasangan beleketepe di kala itu juga berjalan dengan lancar, semua terpasang rapi pada tempatnya tanpa kekurangan satu apapun. Anyway, here's some pic pada saat pemasangan blaketepe dan tuwuhan.


Pemasangan Blaketepe


Pemasangan Tuwuhan

Review selanjutnya "Siraman, Dodol Dawet, Tumpeng Robyong dan Midodareni" akan gw bahas secara terpisah, just wait yaww ;)
0 Responses

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...